Sunday, May 29, 2011

“Keberkahan Kata” Wawancara Buletin TINTA FLP Jogja

Bapak dan Ibu. Saya harus menyebut beliau berdua jika kita berbincang tentang menulis. Saya yakin, jika Allah berkenan menjadikan tiap huruf yang mengalir dari jemari saya ini sebagai kebaikan, maka kebaikan itu pertama-tama akan menjadi hak mereka.

Bapak dan Ibu, dalam keterbatasan mereka, yang menyediakan untuk saya berbagai-bagai bacaan semenjak saya kecil. Saya terkenang saat saya kelas 5 SD. Ketika itu, Ibu membawa saya ke sebuah toko buku di awal tahun ajaran. Maksudnya tentu untuk berbelanja buku pelajaran dan alat tulis sebagaimana lazimnya anak lain. Karena Ibu ada kepentingan lain, beliau tinggalkan saya di toko buku dengan uang yang pas untuk membeli semua keperluan tahun ajaran baru.

Saat beliau kembali, beliau hanya bisa geleng-geleng kepala. Yang saya beli adalah buku-buku yang sama sekali tidak nyambung dengan anak kelas 5. Yang ada di keranjang belanja justru buku sejarah, biografi tokoh, filsafat, dan psikologi! Seingat saya, dari lisan Ibu hanya keluar pekik, “Masyaallah!” Dan saat sampai di rumah, Bapak saya juga hanya tertawa-tawa.

Selepas SMP, yang juga berarti selepas dari pesantren, saya baru mulai berani menyusun kata-kata. Selalu saja ada yang menyatakan kalimat-kalimat saya unik, tapi itu artinya tak baku. Tak bisa diterima. Di saat seperti itu, Bapak yang adalah guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA selalu membesarkan hati saya. “Bahasa itu kesepakatan”, saya ingat selalu nasihat ini, “Artinya jika penyampai dan penerima telah memahaminya, maka bahasa itu baik dan benar.”

The Writer!


Sebenarnya cita-cita saya ketika kecil klise dan muluk. “Menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.” Di SMA saya sadar, ada peran yang harus saya ambil secara spesifik kalau ingin betul-betul berguna. Dan saya lihat—selain kesibukan berorganisasi yang membuat saya jarang menatap mentari dari rumah—salah satu yang luas jangkauan manfaatnya adalah menulis.

Selama SMA itu, saya ingat, cukup banyak tulisan yang saya hasilkan, alhamdulillah. Saya ikuti aneka lomba kepenulisan. Ada lomba karya tulis ilmiah, penulisan artikel lepas, lomba esai, lomba cerpen—termasuk LMCPI-nya Annida—sayembara novel, dan lainnya. Hampir setiap informasi lomba yang datang ke sekolah, saya coba untuk mengikutinya. Dan alhamdulillah, sampai sekarang belum pernah ada yang menang sama sekali!

Saya juga mencoba mengirimkan berbagai tulisan saya ke media. Ada artikel-artikel lepas, ada opini, ada puisi, ada cerpen. Dan alhamdulilah, hingga sekarang tak satu pun pernah dimuat sama sekali. Maka hingga saat itu, tulisan saya hanya menjangkau teman-teman sendiri; lewat buletin yang ditulis sendiri, diset dan di-layout sendiri, diperbanyak sendiri, dan diedarkan sendiri.

Mungkin semangat yang ada di sanalah, wallaahu a’lam, yang akhirnya mengantarkan tulisan-tulisan itu pada sosok Muhammad Fanni Rahman. Beliau adalah sebenar-benar kakak yang Allah pertemukan dengan saya di aktivitas dakwah remaja masjid se-Kota Yogyakarta. Saya bersyukur jika tulisan-tulisan itu menjadi salah satu pemantik kecil yang membawa beliau pada sebuah keputusan penting: mendirikan Penerbit Pro-U Media.

Buku pertama saya adalah juga buku pertama Pro-U Media. Menuliskan Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan adalah kenikmatan berbagi rasa; menerbitkannya di Pro-U adalah ujian untuk percaya bahwa dari sekecil apa pun, Allah akan memberkahi tiap ikhtiar dakwah. Dan alhamdulillah, saya menangis ketika launching buku ini di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta dihadiri lebih dari 2000 orang. Alhamdulillah, membersamai Pro-U membuat saya merasa menjadi bagian dari sebuah cita-cita besar: tidak hanya menerbitkan buku; melainkan juga menerbitkan harapan akan kebangkitan Islam.

Dari perjalanan menulis selama ini, saya makin tahu, tak ada kendala berarti kecuali apa yang ada di dalam jiwa kita. Dulu saat masih meminjam komputer paman dan mengetikkan tulisan di rental, saya merasa sepertinya akan lebih produktif jika memiliki komputer sendiri. Begitu memiliki komputer sendiri, ternyata sama juga. Saat itu lalu berpikir, jika punya laptop dan lebih mobile, insyaallah lebih produktif. Begitu notebook dimiliki, rasanya sama juga.

Sekali lagi saya menyadari, kendala menulis letaknya bukan di fasilitas, melainkan di dalam jiwa kita. Kita berlindung kepada Allah dari jiwa yang lemah untuk menyampaikan kebenaran, dari hati yang bungkam untuk mencegah kejahatan.

Yang paling menjadi impian saya sebagai penulis adalah ketika kelak kita terkejut di hadapan Allah. Saat Allah berikan catatan amal kita, lalu kita bertanya, “Ya Allah, bukankah amal shalihku tak sebanyak ini?” Kemudian Allah berfirman, “Ya, kau benar. Tetapi itulah pahala dari orang-orang yang beramal setelah membaca apa yang kau tulis, berrantai-rantai ditambahkan kepadamu sebagai sunnah kebaikan yang kau tebarkan, menjadi ganjaran kebaikan yang tak henti mengalir bagimu!”

Alhamdulillah, menulis itu rasanya berkah. Dengan menulis saya bisa menyapa ribuan manusia; tak sekadar sapa, tapi sapaan dakwah. Dengan menulis saya bisa bersilaturahim ke pelosok negeri ini; merasa begitu kaya karena banyak saudara yang kemudian menunjukkan kepedulian dengan saran, masukan, kritik, bahkan cerca, dan kecaman. Semuanya memperkaya jiwa; mereka menunjukkan kelebihan maupun kekurangan diri yang takkan saya sadari tanpa respons mereka.

Dengan menulis saya merekam jejak-jejak pemahaman saya; mengikat ilmu, lalu melihatnya kembali untuk—sesekali—menertawaka
nnya. Dan saat saya telah bisa menertawakan kebodohan saya beberapa waktu lalu yang tecermin dari tulisan saya ketika itu, saya jadi tahu, alhamdulillah saya telah mengalami sedikit kemajuan. 

p/s-Dear all bloggers, keep on writing for ummah. Setiap tulisan pasti ada manfaatnya di sisi Allah.

Thursday, May 26, 2011

Kita Mulai Menjadi Bangsa Yang Kebas

TENTULAH ada yang sempat merasakan bahawa bangsanya kini sedang mulai kebas. Banyak peristiwa berlaku hampir secara memburu—khususnya soal pertarungan kuasa yang ternyata amat berat sebelah.

Dan, ini, sengaja dimungkinkan oleh media arus perdana yang tampaknya memang cenderung menjadi media arus durjana. Media begini cenderung, malah sengaja, menghantar atau mengapungkan hanya berita-berita sebelah pihak. Kita hadir, mereka tidak. Kita penting, mereka tidak. Malah, kita benar, mereka tidak. Begitulah.

Segala yang buruk tetap saja di pihak oposisi; sedang yang baik pasti saja di pihak pemerintah. Dengan begitu, kita hanya “dibenarkan” atau “dipaksa” untuk melihat hanya wajah—dan batin—bangsa yang sebelah saja.

Selalunya, malah sentiasa, kita digesa menelan kisah-kisah buruk pihak oposisi saja. (Kisah video lucah contoh klasiknya). Dan oleh ulangan itu, apalagi oleh kekerapannya, maka yang terlihat hanya oposisi yang racun. Di pihak pemerintah sentiasa penawar.

Pihak oposisi tidak punya media yang cukup untuk melawan. Berjuang hanya dua kali seminggu—melalui akhbar tabloid kurusnya—melawan gergasi media arus perdana (akhbar, radio dan TV terbanyaknya) yang seharmal itu, tentulah ia satu perlawanan berat sebelah yang amat lucu. Maklum, yang seorang didera menggunakan keris, sementara yang seorang lagi diwajibkan menggunakan meriam.

Barangkali memang itulah demokrasi a la negara kita.

Kerana demikian keadaannya (maksudnya, kesombongan media arus perdana yang seharmal itu), maka rakyat terbanyak tidak sempat, malah tidak cekap, menyaring fakta dan mewaras tohmah yang ghairah terhidang dalam media yang berat sebelah.

Tampaknya, kita sengaja diasuh untuk menerima saja apa yang dicurahkan oleh media arus perdana. Kerdipan tajuk-tajuk utama berita membenamkan kebenaran yang memangnya ingin dibenamkan. Maka itulah kita mula menjadi bangsa yang kebas.



Retrieved from http://samadsaid.wordpress.com/

mahasiswa jangan diam!




sebagai mahasiswa, apa pendapat anda?

"ah! malas la pikir soal politik ni."

"sori, hal politik ni aku ndak berminat!"

"politik kotor"




salah satu daripada di atas mesti jawapan anda.

jawapan kepada bangsa-bangsa yang kebas!




politik dan kehidupan.

TIDAK BOLEH DIPISAHKAN!

kerana, kehidupan ini adalah agama.
Islam Is The Way Of Life.


jadi fikirkan.

siapakah bangsa yang kebas itu?



nilailah segala berita yang kita disuapkan dengan kajian dan pembacaan yang banyak.

kemudian, bandingkan!



the choice is in your hand!





Jangan ada siapa yang berfikir bahawa mahasiswa adalah ‘pengundi mainoriti’, tidak penting dan bukan penentu keputusan pilihan raya nanti. (Mohd Yusof Hadhari adalah Ketua Penerangan Gabungan Mahasiswa Islam Se-Malaysia (Gamis), 2011)

Thursday, May 19, 2011

12 Sifat SAHABAT

 Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas baik persahabatanmu itu
(Ijtima' Tarbawi 2011, Pusat Latihan Islam Kundasang)


Jika engkau perlukan pertolongan daripadanya berupa wang dan sebagainya ia akan membantumu 
(Invension, Innovation and Design 2011, 23 Febuari 2011)



Jika ia mendapat sesuatu kabajikan (bantuan) daripadamu, ia akan menghargai atau menyebut kebaikanmu
(Persediaan untuk ke tapak program, 12 April 2008)


 Jika engkau berkata kepadanya, nescaya ia akan membenarkanmu 
(Bengkel Asas Membina Insan, 19 Mac 2011)


 Jika ia mendapat sesuatu kabajikan (bantuan) daripadamu, ia akan menghargai atau menyebut kebaikanmu
(Pelepasan pergi, Murabbi yang dikasihi-Ustaz Abdullah Din, 05 Julai 2008)


Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, ia akan menerima dengan baik 
(Kem Remaja Islam in Tobobon Version, 16 Ogos 2008)



Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), ia akan menanyakan kesusahanmu 
(si Hitam. Hadiah dari Nadia :)


 Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, ia akan meringankan kesusahanmu (membuat sesuatu untuk menghilangkan kesusahan itu) 
(Majlis Keraian Selamat Datang, 16 April 2011)


 Jika engkau meminta sesuatu bantuan daripadanya, ia akan mengusahakannya 
 (Majlis Keraian Selamat Datang, 16 April 2011) 


Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik daripadamu, ia akan menutupnya   
(Malam bersama Ninja, 09 May 2011)
Jika engkau berkata kepadanya, nescaya ia akan membenarkanmu 


Jika kamu berdua berselisih faham, nescaya ia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan.




berikut merupakan petikan "Bimbingan Mu'minin" Imam Ghazali..




so, did you find all the characters in yourself..?

Saturday, May 7, 2011

Pening-Sakit Saraf


Alhamdulillah. Ini saya berbesar hati untuk berkongsi akan ilmu Allah berkaitan kesihatan. Kebelakangan ini saya sangat-sangat kerap pening kepala yang pada pengamatan saya sangat teruk. huhuhu... ku tanyakan kepada diri, apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan pening ini. Lalu ditemukan aku dengan artikel ini. Moga ada manfaatnya buat yang membaca. Dan jangan lupa doakan saya!


Apakah yang dimaksudkan dengan pening?

pening.
Pening ialah satu keadaan di mana seseorang itu merasa seperti hendak pitam atau tidak dapat mengawal keseimbangan badan apabila berdiri atau duduk. Ini mungkin disebabkan oleh kekurangan pengaliran darah dan bekalan oksigen ke otak  dan  saraf tunjang menyebabkan  berlakunya  penurunan  tekanan  darah secara tiba-tiba.


Perkataan-perkataan lain yang biasa digunakan untuk menerangkan pening ialah perasaan gayat, ringan kepala dan hilang keseimbangan, dan terhuyung-hayang. Walau bagaimanapun,  gayat  sebenarnya  lebih  merupakan  perasaan  seperti alam sekeliling berputar-putar/berpusing-pusing.

Pening   jarang    menjadi    penyebab   kepada    penyakit   yang   serius.    Walau bagaimanapun, terdapat beberapa gangguan serius yang boleh menyebabkan pening, biasanya keadaan ini akan dialami bersama-sama dengan gejala-gejala lain.  Gangguan-gangguan yang serius ini termasuklah masalah jantung seperti penyakit injap atau serangan jantung, strok dan tekanan darah rendah yang serius atau mengalami kejutan.

Mekanisma keseimbangan telinga dalam yang tidak berfungsi dengan baik juga boleh  menyebabkan pening. Memandangkan mekanisma keseimbangan juga membantu mengawal  pergerakan  mata,  pening  jenis  ini  biasanya  dikaitkan dengan rasa gayat. Selalunya dalam  keadaan begini, alam sekeliling kelihatan seperti berputar-putar. Keadaan ini biasanya  disebabkan oleh jangkitan virus pada telinga dalam.

Ringan kepala pula ialah satu keadaan di mana kita terasa seperti hendak pitam dan selalunya berlaku semasa demam selsema atau flu. Ia biasanya tidak serius jika tidak diiringi dengan gejala-gejala lain.

Pengsan/pitam secara tiba-tiba (pengsan/pitam vasovagal) lebih mudah berlaku apabila seseorang  itu  berada  dalam  keadaan  berdiri.  Pengsan  yang  biasa selalunya didahului dengan rasa lemah, terhuyung-hayang dan loya.

Apakah faktor-faktor yang menyebabkan pening secara Iazimnya?

Faktor-faktor yang biasanya menyebabkan pening ialah:

     Sakit yang teruk

     Hiperventilasi


.      Sakit kepala

.      Kecederaan

.      Ketakutan

.      Tekanan darah rendah

.      Pengambilan darah

.      Batuk teruk

.      Meneran semasa membuang air besar atau kecil

.     Berdiri terlampau cepat selepas berbaring atau duduk terutamanya bagi warga tua

.      Jangkitan virus pada telinga dalam

.      Mabuk

.      Tekanan pada sinus karotid di leher (mungkin disebabkan oleh kolar baju yang terlalu ketat)

.      Ubat-ubatan -  terutamanya  ubat  penenang,  ubat-ubat  yang  digunakan untuk     sakit             jantung,               antikonvulsan,  aspirin,   Phenytoin,   Gentamicin, Streptomycin,  narkotik, sedatif dan kebanyakan ubat antihipertensi (anti darah tinggi).

.      Jantung yang berdegup terlalu perlahan ( di bawah 30 kali/minit) atau terlalu cepat (sekitar 200 kali/minit)

.      Migrain yang klasik atau migrain biasa

.      Pergantungan kepada ubat-ubatan/dadah dan penyalahgunaannya.

.      Alahan kepada ubat-ubatan

.      Pembedahan telinga tengah atau trauma

.      Penembusan membran timpanik

.    Penyakit   telinga    (otitis    media,    labirintitis,   mastoiditis,    choleastoma, neuronitis vestibul)

.      Gangguan penglihatan


Penjagaan sendiri

.      Duduk beberapa minit dan tarik nafas panjang-panjang. Berdiri sekali lagi perlahan-lahan.

.      Duduk   atau    berdiri    perlahan-lahan  untuk   mengelakkan   perubahan pengaliran darah ke kepala yang boleh menyebabkan pening.

.      Elakkan kedudukan kepala atau perubahan kedudukan kepala yang boleh menyebabkan rasa gayat.

.      Elakkan   baring    menelentang   jika    anda    terasa    gayat.    Jika    anda meninggikan sedikit belakang badan dan kepala anda dengan bersandar pada  sesuatu,  ia mungkin dapat membantu melegakan rasa berputar- putar yang dialami.

Adakah  saya  perlu  mendapatkan  pertolongan  daripada  pegawai  perubatan apabila terasa pening?

Hubungi doktor jika:

.      Rasa  pening  disertai  dengan  sakit  dada,  sakit  kepala,  kekeliruan, kehilangan   pendengaran,  perubahan  penglihatan,  rasa  lemah  pada tangan atau kaki atau kebas di mana-mana bahagian anggota badan.

.      Merasa seperti hendak pitam atau anda langsung tidak sedarkan diri.

.      Anda mengalami  gayat  yang  teruk  (  biasanya  menyebabkan  muntah- muntah)  atau  disamping  rasa  gayat  anda  juga  mengalami  kehilangan pendengaran atau sakit telinga yang ketara.

.      Anda merasakan pening yang dialami merupakan kesan sampingan ubat yang diambil.

.      Pening yang dialami berlarutan lebih daripada tiga hingga lima hari dan mengganggu aktiviti harian anda.

.      Anda mengalami gayat yang teruk atau berpanjangan lebih daripada tiga hari, belum  pernah diperiksa oleh doktor atau keadaan kali ini berbeza daripada sebelumnya.

.      Anda mengalami ringan kepala yang berulang-ulang beberapa hari.

.      Jika denyutan nadi anda kurang daripada 50 atau lebih daripada 130 kali seminit semasa anda merasa ringan kepala.





kawan-kawan..doakan saya.. sebab Rasulullah kata..


HR Muslim dan Abu daud dari Abu Darda':
"Tidak adalah seorang Muslim yg berdo;a kepada saudaranya (yg tiada disisinya) melainkan Malaikat akan berkata," dan semuga do'a itu juga kembali kepadamu" (Albani, Sahih aljami' #5737)

wahai Allah,
kurniakanlah lisan yang lembut, basah mengingati dan menyebut namaMU,
hati yang penuh segar mensyukuri nikmatMU,
serta badan yang ringan menyempurnakan perintahMU,
sekiranya sakit ini terbaik untuk kami,
maka kami redha akan pencaturanMU,


kuatkan kami ya ALLAH.
ameen.
terima kasih kalian :)